Posisi dan alat kontrol supporter untk tim kesayangan

*Artikel yang cukup  baik,  dimana  posisi supporter adalah sama dengan posisi dari  koran itu sendiri…

Id_csdsard2

Id_card_darah

Kalau Ada Ceritanya, PSMS Makin Kami Bela
Mendorong Agar Pemain, Pelatih, Manajemen, dan Pengurus Lebih Berani Terbuka


Sebelum
membaca catatan ini, silahkan melihat sejenak ke kiri atas halaman Ayam
Kinantan yang sedang Anda pegang. Di sana Anda akan menemukan kalimat
“APA PUN CERITANYA, PSMS KAMI BELA.”

Catatan: Arifin Saleh Siregar *)

KALIMAT atau jargon itu bukan datang dengan sendirinya. Ia lahir
dari pemikiran matang dan lewat diskusi mendalam yang melibatkan bukan
hanya awak redaksi koran ini, tapi juga lewat arahan dan saran dari
Rida K Liamsi, CEO Riau Pos Grup, yang membawahi langsung manajemen
Sumut Pos. Dahlan Iskan, selaku “Big Bos” Jawa Pos Grup, juga ikut
mendukung.

Tujuannya bagus. Malah bisa dikatakan lumayan mulia. Ini bukan hanya
karena fans dan pecinta PSMS ribuan orang dan sepakbola sendiri adalah
olahraga yang paling digemari di Medan dan Sumut. Tapi lebih dari itu.
PSMS adalah asset daerah, milik rakyat Medan, kebanggaan Sumatera
Utara, dan juga berpotensi membawa nama harum daerah. Maka koran ini
pun sepakat memberi pembelaan.

Hal-hal seperti ini sebenarnya sudah dilakukan koran-koran grup Jawa
Pos di berbagai kota yang memiliki klub peserta Ligina. Riau Pos, di
Pekanbaru, mendukung kiprah PSPS, Sumatera Ekspres di Palembang
mendukung Sriwijaya FC, dan Jawa Pos sebagai induk juga membela
habis-habisan Persebaya Surabaya.

Untuk kami, ini adalah salah satu bukti keberpihakan Sumut Pos kepada
warga kota Medan dan semua yang dicintainya. Makanya, koran ini memberi
porsi lebih untuk liputan-liputan PSMS.

Meski membela, tapi pembelaannya bukan buta. Koran ini tetap melakukan
kontrol ketika PSMS tidak pada jalurnya. Koran ini juga tidak
segan-segan melakukan kritik ketika PSMS dinilai sudah melenceng. Dan
ini sudah terbukti beberapa kali, misalnya soal tuntutan transparansi
anggaran dan desakan perlunya pembinaan klub dan pemutaran kompetisi.

Istilahnya; kami akan “mencubit” kalau PSMS bikin kesal pendukungnya.
Kami juga akan “menggonggong” kalau PSMS larut dengan
ketidakberesannya. Bukankah pers itu lazim diposisikan sebagai watch
dog atau anjing penjaga? Jadi, koran ini akan terus “menggonggong”,
karena ini juga salah satu wujud dari pembelaan itu tadi.

***
Nah, berangkat dari sana, catatan kali ini pun bermaksud ingin
menyampaikan kritik soal tertutupnya berbagai cerita dari PSMS. Dari
soal rekrutmen pemain, kontrak pemain, formasi tim, hingga
alasan-alasan pencoretan pemain, dan lain-lain, dan sebagainya.
Yang lagi tren adalah banyak fans Ayam Kinantan yang bertanya-tanya
soal kejelasan Reswandi, Mario Alberto, dan alasan pembuangan Fadli
Hariri. Bukti nyatanya, pertanyaan seperti itu banyak masuk ke zona SMS
halaman ini.

Simak misalnya SMS yang dimuat Sabtu kemarin (2/12) dari nomor HP
081375297517 ”Bung Randiman, Rudi Saari, seharusnya kalian sadar, anda
tak ngerti bola, masak pemain macam Reswandi, Fadli Hariri kalian
buang, sementara pemain-pemain bangkai kalian kontrak, apa maksudnya
ini?…”
Ada juga dari nomor HP 08196026337 “Ada sesuatu yang buat kita
bertanya-tanya, ada apa nih, Agus Cima dipertahankan dan Reswandi
dibuang…”
Fans memang layak bertanya, karena mereka tak tahu sama sekali. Yang
mereka dengar hanya alasan yang simpang-siur, tanpa kepastian.
Celakanya, pelatih, pengurus, dan manajemen sendiri tidak mau bercerita
terus terang. Ironisnya, pemain itu sendiri pun enggan bercerita.

Ini tentu berbahaya bagi perkembangan klub yang ingin mulai
profesional. Ini juga tidak mendidik dan tidak sehat bagi klub yang
pendukungnya ribuan dan anggarannya dari APBD. Keterbukaan adalah wajib
hukumnya.

Pelatih dan manajemen harus menjelasakan kenapa si A dibuang dan
mengapa si B masih dipertahankan. Cerita soal ini pasti dinanti dan
diharapkan. Ceritakan saja kalaupun itu pahit. Misalnya, Reswandi
dilepas, karena mungkin mainnya terlalu ngotot atau ada alasan lainnya,
Mario tidak diperpanjang, karena mungkin terlalu taktis atau ada alasan
lainnya. Fadli Hariri dibuang, karena mungkin terlalu muda. Agus Cima
dipertahankan, karena mungkin belum bersinar di musim lalu dan akan
bersinar di musim ini.

Pokoknya, pasti ada ceritanyalah, kenapa keputusan itu diambil. Jangan
biarkan fans bermain-main dengan kesimpulannya sendiri. Jangan pula
berikan alasan bohong atau mencari-cari alasan, misalnya mereka dibuang
karena cidera atau sering berulah, padahal alasannya bukan itu. Ini
tentu saja tidak sportif, karena karir si pemain bisa habis. Ceritakan
saja yang benar dan apa adanya.

Begitu juga soal kontrak pemain. Apa sih sulitnya menceritakan besarnya
kontrak pemain? Beberkan saja. Mahyadi dan Saktiawan, misalnya
dikontrak Rp750 juta, Frank Seator misalnya dikontrak Rp 800 juta,
Putut Waringin Jati misalnya dikontrak Rp450 juta, Dede Hermawan dan
Tomi Pranata, misalnya dikontrak 200 juta, dan lain sebagainya.

Tidak seperti saat ini, fans juga tak tahu cerita pasti dari kontrak
pemain PSMS. Semua serba menduga-duga tanpa pernah mendapatkan cerita
yang pasti dari manajemen atau pelatih.

Wartawan juga sering gagal mengakses cerita-cerita yang perlu diketahui
publik. Pelatih enggan bercerita, begitu juga pemain. Apalagi kalau
menyangkut soal kontrak. Kalaupun sudah berhasil diwawancarai, teramat
sering muncul istilah off the record. Ya, jadi sama saja, publik nggak
boleh tahu.
Lihatlah Persik Kediri yang terang-terangan menceritakan kalau mereka
sudah mengontrak Erol FX Iba dan Aris Budi Prasetyo dengan total Rp1,4
miliar. Cerita itu sendiri datangnya dari Maschut, selaku Ketua Umum
Persik.

***
Memang, kalau mau, pasti tidak ada yang sulit. Dukungan dari fans akan
semakin banyak ketika ia tahu dengan pasti tentang cerita kondisi tim
yang didukungnya.

Banyak sarana yang bisa jadi tempat bercerita. Kalau tak memungkinkan
langsung ke fans, manfaatkanlah wartawan atau media yang ada. Koran ini
sendiri siap menampung cerita-cerita soal PSMS itu. Tentu, ceritanya
bukan fitnah dan mengada-ada.

Bercerita itu bukan pekerjan yang susah. Pelatih, manajemen, dan
pengurus PSMS, tak perlu meniru politisi yang kalau bercerita sering
memutarbalikkan fakta dan harus dikarang-karang dulu.

Pelatih, manajemen, dan pengurus PSMS, juga bukan sopir sudako yang
sering malas cerita, meski sudah diajak penumpang yang duduk di depan
untuk bercerita.

Cerita dari pelatih, manajemen dan pengurus PSMS adalah cerita yang
pasti selalu dinanti. Cerita yang benar dan tidak mengada-ada, pasti
mendapat dukungan dari fans.

Koran ini sendiri akan tetap taat pada jargon di sudut kiri atas; Apa
Pun Ceritanya, PSMS Kami Bela. Tapi, koran ini juga akan lebih sepakat
dengan fans; Kalau Ada Ceritanya, PSMS Makin Kami Bela.

Jadi, hayooo, kalau mau dibela, jangan malas cerita! (*)

*) Wartawan Sumut Pos
arifinsiregar@yahoo.com

———————————————————————————————-

GOBATAK PEDULI BAKTI SOSIAL DI MEDAN.

isi nya :
Gobatak.com akan Mengadakan bakti sosial
di :

PANTI ASUHAN ELIDA UNTUK 100 ORANG
JL FLAMBOYAN 1V NO 2
TANJUNG SELAMAT MEDAN

TGL : DESEMBER 23 2006
JAM : 10 PAGI -SELESAI

BAGI ANDA YANG MAU NYUMBANG BOLEH LIHAT
makeURL(”DI http://www.gobatak.com OR”,”eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==”);DI http://www.gobatak.com OR
makeURL(”http://www.batakonline.com”,”eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==”);http://www.batakonline.com

or Yahoo messanger : gobatak@yahoo.com

Terimakasih
Benny Sigalingging
Founder of gobatak.com and batakonline.com

————————————————————————

Brontak Zine & MediActive Present : KAMPOENG METAL 16 Desember @ Mikroskill Hall Thamrin - Medan feat KINANTAN MALE DANCER

BRONTAK ZINE (www.brontakzine.com) dan MEDIACTIVE

berkolaborasi mengadakan satu event yang cukup

menghancurkan di akhir tahun 2006.

Digelar di:

MIKROSKILL HALL (di Kampus Mikroskill)

Jl. Thamrin (dekat Thamrin Plaza) Medan

merupakan satu tempat baru dimana susahnya mencari

alternatif tempat untuk mengadakan event. Ruangan ini

juga dipenuhi dengan AC dan theater (multimedia room).

Hari : Sabtu 16 Desember 2006

Pukul : 5 sore - 11 malam

Tiket : Rp.10.000.- (gratis sticker dan rokok)

Will Perform:

* EMOSI BANGSA

* KUMAL

* MUNTAH KAWAT

* ZORBOOTHUS

* FINGERPRINT (confirmated)

* BACKSIDE (confirmated)

dan juga KINANTAN MALE DANCER (Marylin Manson Song)

Pendaftaran Band :

Rp.50.000.- (must be a metal band) \m/

MC :

Ayu Gothic & Mamek Bocor

Information :

Roy Romero (Brontak Zine) : 77480666

David (The President) : 77596884

Revondi (MediActive) : 77683920

cara baru menghabiskan waktu bermalam minggu.

Dengarkan band metal??? Sapa takutt…. dan ditunggu

di "Kampoeng Metal" tempat berkumpulnya makhluk metal.

BRONTAK ZINE

http://www.brontakzine.com/

============================

Leave a Reply